Coretan Tangan Deeah
DIAH WIDAYANTI ENGLISH LITERATURE BRAWIJAYA UNIVERSITY
Rabu, 12 Desember 2012
The Effect of Internet
Nowadays, internet is the popular thing in this world. Most people are using internet because it helps people in many things, so many people are easy to find something new or new knowledge but when they find an easiness to get something, they don’t usually use it well. So, I can convince that there are some effects because of internet.
By using internet, we can find many information easier. We can find all kinds of information by using internet. We don’t need many time to get many information that we want and need because internet has many sources about something new and whatever that we find in internet more interesting than whatever that we find in the book., it makes the process to study is faster. Moreover because of the easiness and effectiveness to find many information, it makes some people to be lazier. Some people don’t want to think too hard because they rely on internet, they will just copy and paste to look for something that they want and need. Whereas, copy and paste is one of plagiarism and it’s forbidden for us to do it.
Internet is one of communication media. By using internet, we are easy to make communication. We can make communication with all people around the world easily and cheaply, for example we can use Skype for video call. By using Skype, we just pay the cost of the internet provider and it’s so cheaper than we make communication by using cell phone. Besides by using internet, we don’t have limit to access something. We can access all the things in the internet, like songs, videos, films and many others. However, the social interaction will decrease because of the easiness to make communication by using internet. Some people think that they more enjoy to communicate by using internet than they must have real social interaction, so the individuality will appear clearly. Besides the social interaction will decrease, internet can create a cyber crime. A cyber appear because we don’t know the right identity of each person in the internet. Not only cyber crime that we can find from internet but also forbidden thins because there is no limit to access something from internet, for example, we are so easy to find pornography in the internet whereas pornography is one of forbidden thing to see, especially for children.
So I can conclude that by using internet we will find easiness to get information, to make communication and to access something because there is no limit by using internet. However, it can lead us to become lazy people, to decrease our real social interaction and the last it will make us easy to get forbidden thing. So we must be wise to use internet.
Kamis, 18 Agustus 2011
TUGAS ESSAI PK2 FIB
NAMA : DIAH WIDAYANTI\
KELOMPOK :12 (ITALIA)
ZONA 3 EROPA
HARMONY IN DIVERSITY
Secara spesifik keadaan sosial budaya Indonesia sangat kompleks, mengingat penduduk Indonesia kurang lebih sudah di atas 200 juta dalam 30 kesatuan suku bangsa. Oleh karena itu pada bagian ini akan dibicarakan keadaan sosial budaya Indonesia dalam garis besar. Kesatuan politis Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 6000 buah pulau yang terhuni dari jumlah keseluruhan sekitar 13.667 buah pulau. Dapat dibayangkan bahwa bahasa Indonesia yang dijadikan sebagai bahasa nasional belum tentu sudah tersosialisasikan pada 6000 pulau tersebut, mengingat sebagian besar bermukim di pedesaan. Hanya 10-15% penduduk Indonesia yang bermukim di daerah urban. Indonesia sudah tentu bukan hanya Jawa dan Bali saja, karena kenyataan Jawa mencakup 8% penduduk urban. Sementara itu bahasa Indonesia masih dapat dikatakan sebagai “bahasa bagi kaum terdidik/sekolah” pada daerah-daerah yang tidak berbahasa ibu bahasa Indonesia. Bagaimana dengan yang lain? Sementara ada orang asing pada tahun 1998 sangat kebingungan mengartikan kata lengser keprabon yang dalam Kamus Bahasa Indonesia belum tercantum, sedangkan untuk mengartikan lengser keprabon tidak sekedar pengertian definitif dalam semantik bahasa Indonesia. Lengser keprabon (yang sekarang sudah dianggap bahasa Indonesia, seperti dengan kata lain seperti “legawa”) harus dipahami dalam perspektif sejarah kebudayaan dan sistem politik Jawa. Oleh karena itu dengan mempelajari aspek psikologis budaya Jawa, penutur asing dapat memahami makna sebenarnya kata “Lengser Keprabon”. Contoh lain, seperti kata “ Gemah Ripah Loh Jinawi” yang sering digunakan dalam kosa kata bahasa Indonesia yang menggambarkan kesuburan Indonesia, antara penutur Jawa dan Sunda memiliki konsep yang berbeda. Dalam konsep Jawa “Gemah Ripah Loh Jinawi, Subur kang Sarwa Tinandur, Murah kang Sarwa Tinuku, Tata Tentrem Kerta Raharja”, sementara saudara-saudara dari Sunda mengekspresikan dalam “ Tata Tentrem Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi , Rea Ketan Rea Keton Buncir Leuit Loba Duit” yang artinya saudara dari suku Sunda yang lebih memahami. Sementara itu di Sumatera Barat dengan adat Minangkabau yang didalamnya terdapat suatu sistem yang sempurna dan bulat, dalam berbahasa sangat memperhatikan raso, pareso, malu dan sopan, sehingga bahasa Indonesia yang dituturkannya pun sangat terkait dengan psikologi budaya Minangkabau.
Demikianlah, Indonesia sebagai sebuah “nation state” yang menurut Benedict Anderson merupakan sebuah imajinasi. Kenyataan di dalam “nation state” terdapat komunitas dalam kemajemukan (heterogeneity), perbedaan (diversity). Dengan demikian bahasa Indonesia merupakan suatu pengertian tanda budaya yang didalamnya penuh dengan perbedaan (hibriditas). Hampir sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di daerah “rural” sehingga budaya heterogen pedesaan sangat mewarnai pola tutur bahasa Indonesia. Kenyataan menunjukkan tidak semua masyarakat Indonesia hidup di daerah industri dan berperan sebagai masyarakat industrial, masyarakat informatif, dan bagian dari masyarakat global.
Di sebaran pulau-pulau Indonesia masih ditemui kebudayaan “hunting and gathering” yang terdapat secara terbatas di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa pulau kecil lain yang kira-kira berjumlah 1-2 juta dengan pola hidup langsung dari alam. Demikian juga kehidupan berkebudayaan nomadis pun masih dijumpai. Hampir semua pula di Indonesia masih banyak kebudayaan masyarakat bercorak agraris, baik dengan bercocok tanam yang berpindah-pindah, pertanian tadah hujan, pertanian irigasi sawah, perkebunan dan pertanian mekanis. Oleh karena unsur budaya agraris masih mendominasi masyarakat Indonesia, maka masih dijumpai masyarakat dengan akar primordialisme yang kuat serta kebiasaan feodal. Hal ini turut mengkondisikan warna kebudayaan Indonesia serta masyarakat dalam bertutur dalam bahasa Indonesia. Terlebih-lebih kondisi sekarang, saat politik memberi kesempatan desentralisasi dan hak otonom, maka semangat primordialisme dapat muncul dalam berbagai aspek salah satunya dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Oleh sebab itulah dalam memahami Sosial Budaya dan psikologi masyarakat Indonesia yang nantinya berimplikasi pada tindak tutur berbahasa Indonesia, paling tidak dalam pendekatan silang budaya memperhatikan tiga hal yaitu (a) masyarakat dalam perspektif agama, (b) perspektif spiritual, dan (c) perspektif budaya. Dari perspektif agama, masyarakat Indonesia dalam berperilaku menyelaraskan diri dengan tatanan yang diyakini berasal dari Tuhan, perspektif spiritual merujuk pada pengembangan potensi-potensi internal diri manusia dalam aktualisasi yang selaras dengan hukum non materi, dan perspektif budaya yang merujuk pada tradisi penghayatan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan untuk membangun sebuah kehidupan yang comfort baik secara individu maupun kolektif. Dalam konteks perubahan social sekarang masyarakat Indonesia dalam sekat pluralisme terakomodasi secara otomatis dalam civics responsibility, social economics responsibilities, dan personal responsibility.
KELOMPOK :12 (ITALIA)
ZONA 3 EROPA
HARMONY IN DIVERSITY
Secara spesifik keadaan sosial budaya Indonesia sangat kompleks, mengingat penduduk Indonesia kurang lebih sudah di atas 200 juta dalam 30 kesatuan suku bangsa. Oleh karena itu pada bagian ini akan dibicarakan keadaan sosial budaya Indonesia dalam garis besar. Kesatuan politis Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 6000 buah pulau yang terhuni dari jumlah keseluruhan sekitar 13.667 buah pulau. Dapat dibayangkan bahwa bahasa Indonesia yang dijadikan sebagai bahasa nasional belum tentu sudah tersosialisasikan pada 6000 pulau tersebut, mengingat sebagian besar bermukim di pedesaan. Hanya 10-15% penduduk Indonesia yang bermukim di daerah urban. Indonesia sudah tentu bukan hanya Jawa dan Bali saja, karena kenyataan Jawa mencakup 8% penduduk urban. Sementara itu bahasa Indonesia masih dapat dikatakan sebagai “bahasa bagi kaum terdidik/sekolah” pada daerah-daerah yang tidak berbahasa ibu bahasa Indonesia. Bagaimana dengan yang lain? Sementara ada orang asing pada tahun 1998 sangat kebingungan mengartikan kata lengser keprabon yang dalam Kamus Bahasa Indonesia belum tercantum, sedangkan untuk mengartikan lengser keprabon tidak sekedar pengertian definitif dalam semantik bahasa Indonesia. Lengser keprabon (yang sekarang sudah dianggap bahasa Indonesia, seperti dengan kata lain seperti “legawa”) harus dipahami dalam perspektif sejarah kebudayaan dan sistem politik Jawa. Oleh karena itu dengan mempelajari aspek psikologis budaya Jawa, penutur asing dapat memahami makna sebenarnya kata “Lengser Keprabon”. Contoh lain, seperti kata “ Gemah Ripah Loh Jinawi” yang sering digunakan dalam kosa kata bahasa Indonesia yang menggambarkan kesuburan Indonesia, antara penutur Jawa dan Sunda memiliki konsep yang berbeda. Dalam konsep Jawa “Gemah Ripah Loh Jinawi, Subur kang Sarwa Tinandur, Murah kang Sarwa Tinuku, Tata Tentrem Kerta Raharja”, sementara saudara-saudara dari Sunda mengekspresikan dalam “ Tata Tentrem Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi , Rea Ketan Rea Keton Buncir Leuit Loba Duit” yang artinya saudara dari suku Sunda yang lebih memahami. Sementara itu di Sumatera Barat dengan adat Minangkabau yang didalamnya terdapat suatu sistem yang sempurna dan bulat, dalam berbahasa sangat memperhatikan raso, pareso, malu dan sopan, sehingga bahasa Indonesia yang dituturkannya pun sangat terkait dengan psikologi budaya Minangkabau.
Demikianlah, Indonesia sebagai sebuah “nation state” yang menurut Benedict Anderson merupakan sebuah imajinasi. Kenyataan di dalam “nation state” terdapat komunitas dalam kemajemukan (heterogeneity), perbedaan (diversity). Dengan demikian bahasa Indonesia merupakan suatu pengertian tanda budaya yang didalamnya penuh dengan perbedaan (hibriditas). Hampir sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di daerah “rural” sehingga budaya heterogen pedesaan sangat mewarnai pola tutur bahasa Indonesia. Kenyataan menunjukkan tidak semua masyarakat Indonesia hidup di daerah industri dan berperan sebagai masyarakat industrial, masyarakat informatif, dan bagian dari masyarakat global.
Di sebaran pulau-pulau Indonesia masih ditemui kebudayaan “hunting and gathering” yang terdapat secara terbatas di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa pulau kecil lain yang kira-kira berjumlah 1-2 juta dengan pola hidup langsung dari alam. Demikian juga kehidupan berkebudayaan nomadis pun masih dijumpai. Hampir semua pula di Indonesia masih banyak kebudayaan masyarakat bercorak agraris, baik dengan bercocok tanam yang berpindah-pindah, pertanian tadah hujan, pertanian irigasi sawah, perkebunan dan pertanian mekanis. Oleh karena unsur budaya agraris masih mendominasi masyarakat Indonesia, maka masih dijumpai masyarakat dengan akar primordialisme yang kuat serta kebiasaan feodal. Hal ini turut mengkondisikan warna kebudayaan Indonesia serta masyarakat dalam bertutur dalam bahasa Indonesia. Terlebih-lebih kondisi sekarang, saat politik memberi kesempatan desentralisasi dan hak otonom, maka semangat primordialisme dapat muncul dalam berbagai aspek salah satunya dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Oleh sebab itulah dalam memahami Sosial Budaya dan psikologi masyarakat Indonesia yang nantinya berimplikasi pada tindak tutur berbahasa Indonesia, paling tidak dalam pendekatan silang budaya memperhatikan tiga hal yaitu (a) masyarakat dalam perspektif agama, (b) perspektif spiritual, dan (c) perspektif budaya. Dari perspektif agama, masyarakat Indonesia dalam berperilaku menyelaraskan diri dengan tatanan yang diyakini berasal dari Tuhan, perspektif spiritual merujuk pada pengembangan potensi-potensi internal diri manusia dalam aktualisasi yang selaras dengan hukum non materi, dan perspektif budaya yang merujuk pada tradisi penghayatan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan untuk membangun sebuah kehidupan yang comfort baik secara individu maupun kolektif. Dalam konteks perubahan social sekarang masyarakat Indonesia dalam sekat pluralisme terakomodasi secara otomatis dalam civics responsibility, social economics responsibilities, dan personal responsibility.
Kamis, 09 Desember 2010
cerpen

KISAH KASIH DI SEKOLAH
Nama gue Diah Ayu Cantika, gue cewek yang baru lulus SMP. Dulu gue pengen banget skul di SMANIP, Tapi gue gak diterima di SMANIP soalnya NEM gue rendah. Kemudian gue putusin buat skul di SMAGO. Hari pertama masuk SMA gue ngerasa malas banget buat pergi ke skul soalnya skul tempat gue di terima itu bukanlah skul yang gue mau. Awal masuk gue uda males banget, selain itu bukan skul yang gue ingin kan, hari ini juga hari pertama masuk, jadi ya gitu dech ada kegiatan MOS alias Masa Orientasi Siswa, yang pasti nyebelin banget. Selama 6 hari MOS gue jalani dengan lancar-lancar aja sich, meskipun agak membosankan tapi akhirnya 6 hari itu selesai dengan baik. Senin berikutnya gue uda pakek seragam putih abu-abu, hari-hari gue lalui dengan biasa-biasa ja, lama-lama gue enjoy juga skul disini soalnya gue dah punya temen namanya Icha. Icha nie orangnya asyik banget tapi kalau masalah makanan, dia yang paling cepat habisin, tapi tetep aja dia gak bisa gendut. Tanpa terasa gue lewati 1 semester di kelas X nie. Liburan pun datang setelah di hadapin dengan soal-soal yang buat otak gue harus di putar selama 1minggu. Liburan hanya 1 minggu, gue juga belum puas liburan, tapi tak terasa uda masuk skul lagi.
Senin pertama di semester 2 mulai, di skul di awali dengan apel pagi yang gak terlalu lama dan di lanjutin dengan bersih-bersih kelas. Waktu gue bersih-bersih, tiba-tiba temen gue fendik nyamperin gue, “hai, Diah... rajin amat sich?”,sapa fendik ke gue, “hai juga, tumben nie mau ngajak ngobrol gue?....pasti ada apa-apanya nie?...hehhehehehe”, balas gue. “loe tahu aja sich, kalau gue ada perlu ama loe?....gue Cuma mau nyampaiin salam dari anak kelas X-2 buat loe”,sahut fendik. “loe itu ada-ada aja dech, tapi dari siapa nie?hehehehehe”, celetuk gue. ” ntar loe pasti tahu anaknya, yauda gue pergi dulu ya,gue kan Cuma mau nyampaiin itu aja”sahut fendik kemudian dia langsung pergi. Semenjak itu, setiap hari fendik nyampaiin salam ke gue, gue sempet risih sih tiap hari dapat salam gitu dan gak jarang juga gue marah ma temen gue tiap dia nyampaiin salam dari tuh cowok, tapi lama-lama gue penasaran ma tuh cowok yang titip salam buat gue itu soalnya dari awal fendik nyampaiin salam gue belum tau thu cowok, akhirnya suatu hari pas mau pulang gue tanya temen gue, “loe tau gak mana sih cowok yang namanya Nuzuar thu?”, tanya gue ke Tomi salah satu temen cowok yang sekelas ama gue, “ngapain loe tanya-tanya Nuzuar? Hayo ada apa ini? Jangan-jangan Loe suka ma dia ya?hahahaha”, cerocos Tomi ke gue. “ah gak dech biasa aja gue cuma pengen tau aja ma cowok thu? Soalnya loe tau sendiri kan tiap hari dia nitip salam buat gue, risih juga tau”, tegas gue untuk bela diri. “thu thu cowok yang biasanya nitip salam ke loe”, celoteh Tomi sambil nunjuk Nuzuar, gue berusaha untuk ngeliat dia soalnya dia berada di gerombolan teman-temenya gitu, pas gue dah bisa menangkap sosoknya, gue jadi tertegun dalam hati gue berkata, lumayan juga nie cowok,ganteng sich n keliatannya pendiam lagi. “woey...g perlu bengong gitu dech, bilang ja kalu loe juga suka ma dia,hahahaha”, ledek tomi yang menyadarkan ketertegunan ku. “siapa juga yang suka sama dia?biasa aja lagi”, lagi-lagi gue bela diri sendiri tapi wajah gue dah memerah banget. “dari muka loe dah keliatan tau kalau loe perhatiin dia”, ceroros Tomi, “yaudah terserah loe lah”, jawab gue sewot. Tak terasa kita udah hampir sampai tempat parkiran dan kita pun pulang. Keesokan harinya di skul seperti biasa gue dapat salam dari Nuzuar thu tapi kali ini yang nyampaiin bukan fendik tapi Tomi, gue sempet kaget juga waktu dia nyampaiin salam dari Nuzuar, dalam benak gue jangan-jangan Tomi bilang kalau kemarin gue tanyain tentang Nuzuar, kalau dia sampai bilang malu banget donk gue, tapi gue berusaha buat biasa aja n gak tanya-tanya ke Tomi lagi, bel masuk pun berbunyi n pelajaran pertama dimulai tapi gue gak konsentrasi soalnya gue kebayang-bayang wajahnya Nuzuar, dari pelajaran pertama hingga mau pulang gue Cuma bengong aja dan bel pulang berbunyi, dan akupun bergegas untuk pulang. Gara-gara ada kotak pensil gue yang jatuh n isinya berantakan gue jadi di tinggal pulang duluan sama temen-temen gue dan alhasil gue jalan sendiri dech ke parkiran, waktu gue jalan tiba-tiba, “ehem...kok sendiri”, suara yang asing bagiku, seketika thu gue tengok ke belakang ternyata dia adalah Nuzuar, deg-degan juga sich tapi gue berusaha keliatan cuek n diem ja, sebenernya gue gak suka sama cowok yang sok kenal gitu, “kok diem ja?”, Nuzuar coba untuk bersuara lagi, tapi gue tetep diem ja, “aduch cantik-cantik masak diajak bicara diem ja, cantiknya hilang lho ntar”, sambung dia lagi. “siapa sich loe?sok kenal banget sama gue?gue gak suka tau sama loe”, jawab gue sewot n sok jual mahal gitu, padahal dalam hati gue seneng banget. “jadi loe gak mau kenal sama gue? Sory kalau gue uda ganggu loe, kalau gitu gue duluan”, tegas dia dengan nada memelas, n diapun jalan duluan. Semenjak hari itu Nuzuar gak perna nitip salam buat gue, gue ngerasa ada yang kurang dihari-hari gue tanpa salam dari dia, gue ngerasa gue jatuh cinta sama dia. Gue nyesel banget waktu itu udah ngejutekin dia.
Suatu hari waktu gue berusaha nyari info tentang Nuzuar, akhirnya gue dapetin no situs jejaring sosial dia, gue tambahin dia sebagai temen gue. Tiap malem gue selalu online di situs jejaring sosial thu, waktu gue online malam itu ternyata dia juga online, n gue coba buat sapa dia, ternyata direspon juga tapi gue gak kasih tau kalu sebenarnya gue adalah cewek yang selalu dikirimin salam dulu, respon dia agak sewot juga tapi thu tak buat aku berhenti godain dia, n thu berjalan hampir 1 bulan. Suatu hari waktu kita lagi sama-sama online gue gak nyapa dia tapi dia tiba-tiba nyapa gue, dia penasaran banget ma gue yang sebenarnya, karena gue tetep gak mau ngaku akhirnya dia ngeluarin kata-kata yang nyinggung perasaan ku, saat itulah gue ngaku kalau gue sebenernya Diah Ayu Cantika, setelah gue ngaku thu dia sepertinya nyesel banget udah ngomong yang buat gue tersinggung, dia berkali-kali chat gue n minta maaf tapi gak gue balas, mungkin dia tau kalau gue marah sama dia. Dia pun tak lelah untuk minta maaf n akhirnya gue juga kasian ngelihat dia yang mohon-mohon maaf dan gue pun maafin dia, saolnya gue fikir-fikir bukan salah dia, dia berkata yang kasar sama gue, kan dia gak tau sipa gue, mungkin kalau dia tahu siapa gue dari awal mungkin dia gak akan berkata kasar kayak gitu. Semenjak itu hubungan kita semakin dekat, awalnya hanya lewat situs jejaring sosial itu tapi kemudian di minta no hape gue n gue kasih no hape gue, selanjutnya kita gak hanya ngobrol di situs jejaring sosial itu aja tapi kita juga telpon-telponan dan smsan. Semakin hari dia perhatian banget sama gue, dia juga sering cerita masalahnya, dari situ muncul rasa simpati n kagum yang akhirnya jadi rasa cinta n sayang.
Suatu hari, waktu di skul gue ada acara tes renang buat semua siswa kelas-X, saat itu lah Nuzuar nyatain cintanya ke gue, gue gak nyangka banget dia secepat itu nyatain cintanya ke gue. Karena dia di kelas X-2, dia lebih dulu dapet giliran renang ketimbang gue. “hai, baru datang ya?”, sapa Nuzuar waktu gue habis parkir motor gue, “iya, loe udah selesai renangnya?”, sahut gue. “uda dari tadi, kan kelas gue urutan ke dua jadi uda selesai dari tadi”, jawabnya. “ehm, mau pulang?”, tanya gue. “gak, soalnya mau tungguin loe, tapi kalau loe mau sih ditungguin, kalau loe gak mau ya udah gue pulang”, harapnya ke gue. “gue sich mau aja di tungguin, ya udah kalau mau tungguin, tungguin aja disitu, gue mau masuk dulu”, jawab gue. “ya udah dech gue tungguin disitu, loe masuk dulu, good luck ya”, celotehnya untuk tambah semangat gue. Gue pun masuk ke kolam renang, giliran gue tes pun tiba, dan alhamdullilah gue lancar. Waktu tes gue masih enjoy dikolam renang tiba-tiba Nuzuar nyamperin gue, “gue pulang dulu ya, temen-temen gue uda pada ngajak pulang”, pinta Nuzuar ke gue, “ya udah kalau loe mau pulang-pulang aja, gak penting juga kan nungguin gue”, jawab gue sewot, “kok sewot banget sich, gue tadi thu gak bawa motor jadi ya harus nurut yang gue tebengin tadi, jangan marah ya”, jelas Nuzuar ke gue, “biasa aja lagi gue gak marah, lagi siapa gue minta ditungguin sama loe, loe pulang dulu dech”, jawab gue ketus sambil ninggalin dia. Nuzuar pun pergi, gak lama kemudian gue naik dari kolam renang, gue lihat hape gue ada 5 sms yang sama dari Nuzuar, karena gue udah sebel banget ma dia, gue cuekin aja smsnya, tapi kemudian dia telfon gue, gue bilang aja hape gue lowbet terus gue matiin hape gue, kemudian gue ganti baju, abis ganti baju temen gue godain gue, “thu udah di tungguin sama mas Nuzuar”, goda febri temen gue. “ah gak mungkin, Nuzuar dah pulang duluan kok tadi”, bantah gue. “tapi beneran dia nungguin loe diluar”, sahut febri dengan tegas. “masak sich? Yaudah dech kalau giru gue duluan ya!”, jawab gue gak percaya n kemudian gue keluar dan ternyata beneran, sosok Nuzuar di atas motor didepan pintu masuk kolam renang, dia senyum ke gue ta[i gue cuek aja n lewat disebelah dia, dia ngejar gue, “kenapa sich loe? Masak gue dicuekin?”, tanya dia ke gue, gue diem aja tanpa sepatah kata keluar dari mulut gue, “Diah, gue ngomong sama loe, jangan diem aja donk”, tambahnya. “ngapain loe balik kemari?”, tanya gue ketus, “gue takut loe marah n kecewa ma gue”, jawab dia dengan memelas. “gue biasa aja kok”, sahut gue datar. “ikut gue bentar yuk, gue mau bilang sesuatu ama loe”, harap dia ke gue. “ngomong aja sekarang, gue dengerin kok”, sahut gue. “kurang enak kalau ngobrol sambil jalan, ikut gue sebentar yuk kesitu, nie penting banget”, pinta dia ke gue. “ya uda kita kesitu sebentar”, jawab gue.kita pun jalan menuju sebuah ayunan disitulah Nuzuar nyatain perasaannya. “loe percaya gak sih ma cinta?”, tanya Nuzuar ke gue. “percaya donk”, jawab gue datar. “loe percaya gak kalau sebenarnya gue sayang sama loe, gue cinta sama loe”, cerocos dia, gue diem aja, soalnya gue bingung mau jawab apa. “loe dengerin gue kan”, tanya dia membuyarkan kebingungan gue, “iya, gue dengerin loe kok”, jawab gue singkat. “loe mau gak jadi cewek gue?”, pintanya ke gue, gue jadi tambah bingung mau bilang apa, gue tertegun ma kata-katanya. “Diah, kenapa gak diem? Loe gak suka sama gue?”, Nuzuar berusaha buat gue ngomong sesuatu. “sory, bukannya gue gak suka ama loe, Cuma gue belum boleh pacaran ma ortu gue, kalau loe emang sayang ma gue, tunggu gue 7 tahun lagi”, jawab gue, gue berusaha untuk sembunyiin perasaan gue, meskipun sebenarnya gue juga suka ama dia tapi gue gak mau buru-buru untuk buat sebuah komitmen. “ya udah kalau emang thu jawaban dari loe gue terima, gue akan tunggu loe 7 tahun lagi, meski gue tahu itu gak mudah”, jawab dia memelas. “ya udah kita pulang dulu yuk, dah sore banget nie”, ajak gue menghilangkan ketegangan. “ya udah kita pulang dulu, makasih waktunya ya?”, jawab dia, “okey sama-sama, sampai ketemu besok”, sahut gue. Kita pun pulang kerumah masing-masing. Hari-hari berikutnya setelah dia nyatain perasaannya ke gue, kita semakin deket dan seperti sepasang kekasih tapi kita belum punya sebuah komitmen.
Seiring berjalannya waktu tak terasa kedekatan gue ama Nuzuar berjalan seperti air mengalir. waktu di skul dia smsin gue, “sebenernya kita nie uda pacaran belum sich?”, tanyanya ke gue, “pacaran?uda sich, tapi belum resmi?hehehehehe”, balas gue, “lho kok belum resmi?emang resminya gimana?”, tanya dia pengen tahu. “ya gue pengen jadian gak Cuma lewat kabel aja, kalau pengen hubungan ini resmi, tunggu gue ntar diwarnet biasanya pulang skul, dah dulu ya, bye”, balas gue mengakhiri sms itu. “okey, nanti gue tunggu di warnet biasanya, bye”, balas dia. Bel pulang skul pun berbunyi n gue bergegas untuk pulang n menuju warnet yang gue bilang ke Nuzuar tadi, ternyata Nuzuar udah sampai di warnet itu, kemudian kami masuk. Disitu sambil gue ngerjain tugas, Nuzuar buka suara “ gue sayang banget ama loe, loe mau kan jadi cewek gue?” tanyanya ke gue, “gue gak akan nyakitin hati loe, gue akan jaga loe, katanya loe gak mau kita jadian Cuma lewat telfon or sms aja”, tambahnya. “iya, gue juga sayng sama loe, gue mau jadi cewek loe, janji iya loe gak akan nyakitin gue?”, sahut gue, sambil gue tinggalin arah pandangan gue ke komputer. “iya, gue janji, gue gak akan nyakitin loe”, janji dia ke gue. Dia pun kelihatan seneng banget setelah gue bilang kalau gue juga sayang sama dia. Karena seneng banget, tanpa izin sama gue, dia kecup pipi kanan gue, gue kaget banget waktu dia kecup pipi gue, baru juga kita jadian dia udah lancang banget, gue marah banget sama Nuzuar, gue diem n gak ngelihat dia sama sekali, Nuzuar pun juga membisu seribu bahasa, tapi tak lama kemudian gue buka mulut, “loe takut ya lihat expresi gue?”, tanya gue memecahkan keheningan, “iya, gue takut banget sama loe, gue nyesel banget ngelakuin itu, maafin gue ya”, sahut Nuzuar dengan memelas. “yaudah, gue maafin, lain kali gue gak mau lihat loe lancang kayak tadi”, sahut gue. “iya gue janji”, janji dia ke gue. “ok, gue pegeng janji loe”, celetuk gue. Hari-hari selanjutnya kita lalui berdua, tapi hampir setiap hari gue berantem ama dia.
Hari berganti hari, minggu pun berganti dan tak terasa, kita udah naik ke kelas XI. Semenjak kelas XI kita berantem semakin parah, tapi baikan lagi. Waktu hari minggu gue nyantai dirumah, seharian gue nunggu sms dari dia tapi tak ada 1pun sms yang datang darinya, sampai gue tinggal tidur, pas gue bangun tidur ada sms dari Nuzuar “ sory banget ya, gue gak bisa temenin loe lagi, gue gak bisa jaga loe lagi, gue udah punya cewek baru”, sms dia ke gue, seakan di sambar petir di siang bolonggue syok setengah mati, gak ada 1pun masalah dia bilang seperti itu. Gue gak balas sms dia, gue gak bisa berkata apa-apa, hanya air mata gue yang gak berhenti mengguyur, dia sms gue berkali-kali tapi gue tetep gak balas. Malam harinya gue sms dia “ makasih buat semuanya”, sms gue singkat banget ke dia soalnya gue uda terlanjur sakit karenanya, dia balas banyak sekali tapi gue tetep diem. Hampir 1 bulan gue lalui hari-hari gue tanpa Nuzuar, gue denger dari temen gue ternyata dia jalan ama anak kelas sebelah, gue hanya bisa tetesin air mata n tetesin air mata, karena gue masih sayang banget ama dia, setelah gue tau kalau dia jalan ma cewek lain, beberapa hari kemudian dia jelasin alasan dia tinggalin gue dan gue bisa terima alasan itu, semenjak hari itu hubungan kita jadi lebih baik. Hari-hari gue lalui lagi bareng sama dia, meskipun dia bukan pacar gue lagi. Beberapa bulan dia lalui hidupnya dengan gue n cewek barunya, tapi Nuzuar ama cewk barunya tak begitu lama hanya sekitar 3 bulan kemudian mereka putus. Nuzuar pun kembali ke gue n jadi cowok gue lagi, beberapa bulan waktu berjalan ternyata dia maen mata lagi dengan adik kelas gue, “gue boleh gak pacaran sama Lia? Tapi gue gak mau loe tinggalin gue”, pinta Nuzuar ke gue, “maksud loe apa, loe bilang kayak gitu sama gue?”, tanya gue tegas. “dengerin gue dulu, gue Cuma pengen seneng-seneng aja, sayang n cinta gue Cuma buat loe, yang akan gue pilih jadi istri gue ntar itu loe, percayalah sama gue”, jelas dia ke gue, “ok, gue kasih izin untuk itu, tapi gue gak mau lihat loe pacaran di depan mata gue”, jawab gue. “ok, gue gak akan pacaran di depan mata loe, gue Cuma smsn n telfon-telfonan aja, gue Cuma sayang sama loe”, kata dia ke gue. “ok gue percaya sama loe”, jawab gue datar. Setelah dia minta izin ke gue, hubungan kita awalnya baik-baik aja, tapi lama-lama gue jadi mudah emosi, tiap kita berantem selalu karena cewek barunya Nuzuar itu, gue kira, gue akan akan kuat lewati semuanya ternyata gue tak sekokoh batu karang. Ternyata gue gak kuat diduain seperti itu. Akhirnya setelah acara buka bersama gue bilang sama dia, “kalau loe emang sayang sma gue, gue mau loe tinggalin Lia, gue gak bisa diduain terus-menerus, gu egak sekokoh batu karang”, pinta gue ke dia, “gue mau, gue jadi satu-satunya dalam hidup loe, tanpa ada orang ke tiga”, tambah gue. Nuzuar Cuma diem aja tanpa ngeluarin sepatah kata pun. “gue ngomong sama loe, gue gak butuh diem loe”, nada gue meninggi sambil gue nangis gue bilang semua itu, “ok, kalau itu yang loe mau, dulu loe bilang seperti itu tapi sekarang loe kayak gini”, jawab Nuzuar. “loe gak terima gue minta seperti itu? Gue bisa tepatin yang gue omongin dulu, tapi kalau gue tepatin yang gue omongin dulu, gue gak bisa temenin hari-hari loe untuk saat-saat sekarang nie, suatu saat gue akan balik sama loe, kalau loe udah bisa jadiin gue satu-satunya dihidup loe”, tegas gue. “ok, kalau emang mau loe seperti itu, gue pilih loe tapi beri gue waktu buat tinggalin dia, gak mungkinkan gue tinggalin dia tanpa sebab”, jawab Nuzuar. “ok, gue beri waktu, tapi gue gak mau terlalu lama”, jawab gue datar. “ok”, jawab dia singkat. Selang 3 hari kemudian dia putus sama Lia n gue pun jadi satu-satunya dalam hidup dia, semenjak dia putus ama Lia, kita jarang banget berantem. Gue pun semakin sayang sama dia karena dia pilih gue dan jadiin gue satu-satunya ratu dalam hidupnya.
THE END
Selasa, 07 Desember 2010
paragraf diskripsi
Contoh Paragraf Diskripsi
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja di buka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang disusun menurutkhasiat obatnya. Pandangan saya tertuju pada pada rak buku dipojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yangyang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah meja komputer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa di bulan mei yang panas ini.
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja di buka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang disusun menurutkhasiat obatnya. Pandangan saya tertuju pada pada rak buku dipojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yangyang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah meja komputer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa di bulan mei yang panas ini.
paragraf diskripsi
Contoh Paragraf Diskripsi
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja di buka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang disusun menurutkhasiat obatnya. Pandangan saya tertuju pada pada rak buku dipojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yangyang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah meja komputer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa di bulan mei yang panas ini.
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja di buka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang disusun menurutkhasiat obatnya. Pandangan saya tertuju pada pada rak buku dipojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yangyang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah meja komputer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa di bulan mei yang panas ini.
paragraf narasi
Contoh Paragraf Narasi
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang disekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan kedalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar diperapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu dihadapanku akankah kurindui juga?ada yang berdengus keras di dalam dada, namun ku usahakan untuk menepiskannya. Jangan Bowo, sergah hati kecil ku. Jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cinta
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang disekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan kedalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar diperapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu dihadapanku akankah kurindui juga?ada yang berdengus keras di dalam dada, namun ku usahakan untuk menepiskannya. Jangan Bowo, sergah hati kecil ku. Jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cinta
paragraf eksposisi
Contoh Paragraf Eksposisi
Saat ini kegiatan ekstrakurikuler dikenal sebagai kegiatan tambahan pelajaran sesuia pelajaran yang diinginkan dan tertera didaftar kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ektrakurikuler biasanya berlangsung hingga sore hari, dimana siswa dan siswi sudah tidak ada pelajaran wajibdalam kelas lagi dan kegiatan ini dimulai dari sepulang sekolah. Guan dari kegiatan ekstrakurikuler bisa dikaitkan dengan menambah nilai yang kurang dalam mata pelajaran yang diambil, pengembangan bakat siswa dan siswi, dan juga sebagai sarana permainan yang di minati seorang siswa dan siswi atau sarana bermain sambil belajar.
Saat ini kegiatan ekstrakurikuler dikenal sebagai kegiatan tambahan pelajaran sesuia pelajaran yang diinginkan dan tertera didaftar kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ektrakurikuler biasanya berlangsung hingga sore hari, dimana siswa dan siswi sudah tidak ada pelajaran wajibdalam kelas lagi dan kegiatan ini dimulai dari sepulang sekolah. Guan dari kegiatan ekstrakurikuler bisa dikaitkan dengan menambah nilai yang kurang dalam mata pelajaran yang diambil, pengembangan bakat siswa dan siswi, dan juga sebagai sarana permainan yang di minati seorang siswa dan siswi atau sarana bermain sambil belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)